UINSAIZU.AC.ID- Komitmen terhadap pelestarian lingkungan kembali ditegaskan Rektor UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Ridwan. Ia menekankan, menjaga dan merawat bumi merupakan bagian integral dari ajaran agama dan tidak dapat dipisahkan dari praktik kehidupan sehari-hari.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Seminar Nasional bertajuk “Membumikan Teologi, Melestarikan Tradisi: Perspektif Ekoteologi Islam dalam Bingkai Kearifan Lokal Banyumasan” yang digelar di Auditorium UIN Saizu, pada Senin (20/4/2026). Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi dengan UI GreenMetric.

Dalam sambutannya, Prof. Ridwan menegaskan bahwa manusia memiliki tanggung jawab teologis untuk menjaga kelestarian alam. Ia menyebut, konsep tersebut menjadi fondasi dalam mendorong terwujudnya kampus hijau (green campus).

“Memelihara dan merawat bumi ini adalah bagian dari tugas keagamaan kita. Kehadiran manusia sebagai bagian dari alam harus mampu membangun harmoni dalam ekosistem kehidupan. Artinya, merawat bumi adalah bagian dari ibadah,” ujarnya.

Menurutnya, nilai-nilai keagamaan tidak boleh berhenti pada tataran normatif, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata, termasuk dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan kampus.

Lebih lanjut, Prof. Ridwan mengaitkan pentingnya menjaga lingkungan dengan tiga relasi utama dalam Islam, yakni hablum min Allah (hubungan dengan Tuhan), hablum min al-nas (hubungan dengan sesama manusia), dan hablum min al-alam (hubungan dengan alam).

Ia menegaskan bahwa ketiga aspek tersebut harus berjalan selaras dan tidak dapat dipisahkan. “Membangun hubungan dengan Tuhan harus tercermin dalam hubungan kita dengan manusia dan alam. Di situlah ekosistem kehidupan terbentuk secara utuh,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Prof. Ridwan juga menyoroti program prioritas dari Kementerian Agama Republik Indonesia yang mendorong penguatan ekoteologi sebagai bagian dari praktik keberagamaan. Ia menilai, agama memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran ekologis di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan perguruan tinggi.

Sebagai langkah konkret, UIN Saizu telah berkomitmen mengembangkan konsep green campus dengan bergabung dalam program UI GreenMetric. Pihak kampus bahkan telah mengajukan pendampingan untuk memastikan kesiapan implementasi program tersebut.

“Kami memohon pendampingan agar seluruh layanan kampus memiliki visi kampus hijau, baik dari sisi fisik maupun penguatan akademik, spiritual, dan moral,” ungkapnya.

Seminar nasional ini turut menghadirkan narasumber kompeten, di antaranya Prof. Suwito sebagai Guru Besar Tasawuf Lingkungan UIN Saizu, serta Dr. Vishnu Juwono dari UI GreenMetric Universitas Indonesia. Keduanya menegaskan pentingnya integrasi nilai keislaman dengan pendekatan ilmiah dalam membangun kesadaran lingkungan.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, termasuk Wakil Rektor I Prof. Suwito, Wakil Rektor II Prof. Sulkhan Chakim, dan Wakil Rektor III Prof. Sunhaji. Ratusan mahasiswa, khususnya dari Program Studi Ilmu Lingkungan, tampak antusias mengikuti kegiatan hingga selesai.

Menutup sambutannya, Prof. Ridwan mengajak seluruh civitas akademika untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan kampus yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. “Tujuan akhirnya adalah kemaslahatan kehidupan manusia dan alam semesta. Karena itu, mari kita bangun kampus hijau sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, UIN Saizu menegaskan bahwa konsep ekoteologi bukan sekadar wacana, melainkan landasan praksis dalam membangun peradaban yang harmonis antara nilai keagamaan dan kelestarian lingkungan. (AL/AR)

Kampus Desa Mendunia!

#UINSaizu #Seminarnasional #Ekoteologi #Greenmetric #Kampusdesamendunia

Categories: Berita