UINSAIZU.AC.ID- Peluang kerja di masa mendatang makin terbuka pada pekerjaan- pekerjaan yang lebih ramah lingkungan atau belakangan dikenal Green Jobs. Peluang Green Jobs itu terus menjadi motivasi Program Studi (Prodi) Ilmu Lingkungan UIN Saizu Purwokerto.

Salah satu prodi di Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH) itu bersiap mengembangkan kurikulum guna mencetak profil lulusan berorientasi pada konsep Green Jobs. Pembahasan pengembangan kurikulum melibatkan dosen, Ketua Jurusan Sains dan Teknologi dan Pimpinan Fakultas.

Koordinator Prodi Ilmu Lingkungan, Gangsar Edi Laksono menuturkan, pengembangan kurikulum saat ini, harapannya dapat menghasilkan profil lulusan yang memiliki kompetensi khusus. Ini untuk menjawab permasalahan lingkungan saat ini dan masa mendatang.

“Ini dapat menjawab peluang Green Jobs di masa depan. Hasil pengembangan kurikulum telah mengintegrasikan mata kuliah baru berorientasi pada kompetensi yang berkaitan dengan tantangan, serta permasalahan lingkungan saat ini,” ungkap Gangsar, Senin (12/2/2024).

Sejumlah permasalahan lingkungan saat ini antara lain penyusunan inventarisasi gas rumah kaca dan energi baru terbarukan. Kemudian instrumentasi lingkungan, Sistem Informasi Geografis atau Geographic Information System (GIS) dan penginderaan jauh untuk pemodelan lingkungan, audit karbon dan sebagainya.

“Selain pengembangan kurikulum, Prodi Ilmu Lingkungan UIN Saizu Purwokerto juga akan terus meningkatkan sarana prasarana, khususnya laboratorium. Peningkatan kompetensi dosen, hingga kerja sama dengan berbagai stakeholders, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan inovasi pembelajaran bagi mahasiswa,” imbuhnya.

Gangsar menjelaskan, permasalahan dan tantangan lingkungan hidup telah menjadi agenda nasional dan global. Berbagai problematika seperti pemanasan global, perubahan iklim, merosotnya keanekaragaman hayati hingga krisis energi telah menjadi fokus agenda pembangunan berkelanjutan.

“Upaya dan komitmen pembangunan berkelanjutan memerlukan kualitas sumberdaya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi di berbagai aspek. Mereka dapat terus berinovasi guna mendukung pembangunan berkelanjutan, pengurangan emisi hingga mengatasi perubahan iklim,” jelasnya.

Karena itu, lanjut dia, peluang di masa depan akan semakin terbuka pada pekerjaan- pekerjaan yang lebih ramah lingkungan. “Konsep ini yang belakangan ini dikenal dengan Green Jobs. Konsep Green Jobs ini dapat menyelesaikan dua permasalahan sekaligus, yaitu masalah ekonomi dan masalah ketenagakerjaan,” beber dia.

Berdasarkan Organisasi Buruh Internasional (ILO), Green Jobs merupakan penciptaan lapangan pekerjaan yang layak secara ekonomi dan dapat mengurangi konsumsi energi dan bahan baku (dematerialize economy).

Selain itu mengurangi emisi gas rumah kaca (decarbonize economy), mengurangi limbah dan polusi, melindungi dan memperbaiki kualitas lingkungan, serta mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan. (AR)

Categories: Berita

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *